SMK Harmoni Batam Kreatif Manfaatkan Teknologi Informasi

Selasa, 27 Februari 2018 | 22:04 Artikel
Image
Ilustrasi

Laporan: Rio Batubara, Wartawan Tribunnewsbatam.com

 

SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) Harmoni Batam yang berlokasi di Bengkong Jaya ini tak henti-hentinya melakukan pembenahan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas sekolah dengan memberikan pendidikan terbaik kepada siswanya.

Khususnya,  jurusan seperti akutansi, perhotelan, sekretaris dan Rekayasa perangkat lunak.

"Kami selalu menyesuaikan antara kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. Agar setiap jurusan dapat memenuhi tuntutan dunia kerja," ujar Bapak Harry Setiawan, Waka Kesiswaan SMK Harmoni Batam.

Untuk mengerti kebutuhan dunia kerja, SMK Harmoni Batam melakukan koordinasi dengan berbagai perusahaan di Batam. Sehingga murid yang lulus diharapkan dapat langsung bekerja karena menguasai pengetahuan dalam dunia kerja yang saat ini terus berkembang.

"Saat ini kami sudah berkordinasi dengan 50 perusahaan di Batam," imbuhnya.
Berkat koordinasi ini, sekolah tersebut memiliki kurikulum yang up to date. "Misalnya saja untuk jurusan akuntansi, sudah banyak lulusan SMK Harmoni yang diakui kemampuan akuntansinya oleh beberapa perusahaan yang menjadi tempat praktik lapangan,"ceritanya.

Lengkapnya fasilitas sekolah seperti lab praktik, Wifi, maupun perpustakaan membuat suasana belajar lebih nyaman di SMK Harmoni Batam. Fasilitas lengkap ini mendorong siswa lebih kreatif dalam menguasai teknologi informasi.

"Lengkapnya fasilitas akan menjembatani para siswa untuk memiliki semangat berkompetisi," tuturnya.

Hasilnya bisa ditebak,  SMK Harmoni Batam berhasil menyabet aneka prestasi yang membanggakan dalam lomba-lomba kompetensi sekolah. Sebut saja tahun 2009, sekolah ini mampu meraih juara tiga untuk Akuntasi se-Kepri dan Batam.

Kemudian tahun 2010 peringkat kedua kompetensi Akutansi Kompetensi Pajak. Diikuti tahun 2011 juara satu hotel SMK se-Batam dan juara II hotel SMK se-Kepri.

Bapak Harry menuturkan, pihak sekolah memiliki tim khusus yang terdiri dari para siswa untuk digembleng dan diajak turut serta dalam kompetensi tersebut. Akan diambil beberapa yang  memiliki kemampuan dan akan digodok.

"Hal ini akan mendorong siswa kami terus berkompetisi secara sehat," tutupnya. (dri)