Persiapan UN di SMKN 2 Batam

Minggu, 18 Februari 2018 | 18:50 Berita dan Kegiatan
Image
SMK Negeri 2 Batam
BATAM (HK)-Kepala Sekolah SMKN 2 Batam, Drs Nofrizal MSi, mengaku sekolahnya sudah siap menghadapi ujian nasional (UN) tahun 2013 meski pola diterapkan 20 paket soal. Apalagi saat ini Tim Pemantapan UN sedang mematangkan dengan menggelar beberapa kali try out dengan sistem uji coba simulasi UN.

 

"Mau beberapa paket soal UN tidak ada masalah, yang penting kematangan anak didik akan kesiapan menghadapi UN itu yang utama. Kita juga telah mewanti-wanti guru dan anak didik agar hilangkan budaya nyontek. Namun tumbuhkan motivasi dan semangat diri, karena UN bukan akhir dari segalanya" ujar Nofrizal didampingi Ketua Prodi Normatif Adaptif, Vita Marthina, dan Staf Kurikulum, Teny Campina.
 
Menurutnya, tujuan pemerintah dengan pola UN 20 paket soal itu untuk menjaga dan meningkatkan kredibilitas hasil UN. Karena kata dia, dengan bertambah banyaknya jenis soal dalam UN, potensi tindak kecurangan akan semakin sempit. Disamping itu UN dengan 20 paket soal ini, justru akan melatih anak untuk lebih percaya diri dan mempersiapkan diri lebih awal. 
 
Walaupun ia sadari hingga kini belum ada kepastian akan UN 20 paket ini melalui surat keputusan dari Kemendikbud. Tetapi sekolahnya telah mempersiapkan anak didiknya lebih awal, sehingga jika itu terlaksana maka guru dan anak didik tidak lagi kaget. "Diberlakukan atau tidaknya pola UN  20 paket soal ini, kesiapan anak didik menghadapi UN harus tetap matang. Supaya hasilnya pun menjadi lebih baik," ucapnya.  
 
Dijelaskannya, stategi pola pemantapan diterapkan sekolahnya selama 2 jam dengan membentuk kelompok agar kemampuan masing-masing siswa dapat terpantau. Disamping itu juga bisa dijadikan tutor sebaya bagi yang masih kurang. "Pemantapan ini kita mulai sejak bulan Oktober 2012 lalu, dan try out sudah tiga kali kita lakukan. Hasilnya cukup menggembirakan ada peningkatan, hanya saja untuk matematika yang harus kita gesa agar rata-rata bisa diatas 8. Kalau yang dapat nilai 10 cukup banyak," katanya.
 
Sementara untuk peserta UN tahun ini lebih banyak dari tahun kemarin mencapai 219 siswa. Namun demikian, Nofrizal merasa optimis siswanya bisa lulus 100 persen, dan ditargetkan bisa meraih nilai tertinggi se Kepri. Hal ini dikarenakan tim sukses UN dari 4 jurusan, yakni Akutansi, Tataboga, Perhotelan dan Pariwisata telah mendapat pelatihan tata cara membuat UN yang mengacu pada kisi-kisi SKL, serta telah mendapatkan seminar bedak SKL dengan membuat 500 soal per mata pelajaran yang di UN-kan. 
 
"Kita selalu menyampaikan pada anak agar tetap percaya diri akan kemampuan masing-masing. Yang pasti kita buat sukses UN yang legal bersih dari kecurangan. Makanya selain membekali dengan pematanpan UN, juga kita bekali anak didik dengan mentalitas dan spritual yang kuat," jelas Nofrizal lagi.(men)
http://haluankepri.com/